Selasa, 07 Januari 2014

Dispnoe (Nama cantik ospek)

Dispnea atau sesak nafas merupakan keadaan yang sering ditemukan pada penyakit paru maupun jantung. Bila nyeri dada merupakan keluhan yang paling dominan pada penyakit paru. Akan tetapi kedua gejala ini jelas dapat dilihat pada emboli paru,bahkansesak napas merupakan gejala utama pada payah jantung. Secara umum yang dimaksud dispnea adalah kesulitan bernapas,kesulitan bernapasini terlihat dengan adanya kontraksi dari otot-otot pernapasan tambahan. Perubahan ini biasanya terjadi dengan lambat, akan tetapi dapat pula terjadi dengan cepat. Berat ringannya dispnea tidak dapat diukur dan kadang-kadang sulit untuk dinilai,sehingga dokter yang memeriksa akan timbul pertanyaan sebagai berikut: •Dispnea merupakan suatu perasaan yang subyektif dari pasien atau berhubungandengan suatu penyakit. •Apakah yang dinilai ini bukannya suatu takipnea atau hiperpnea atau suatu tipe pernapasan yang lain, misalnya pernapasan cheyne stoke. •Apakah yang terjadi bukannya hanya suatu rasa nyeri saja, sehingga penderitatakut untuk bernapas dalam.Sulit untuk menilai apakah suatu dispnea bersifat fisiologi atau patologi. Akantetapi terdapat beberapa pegangan untuk menilai dispnea yang patologi, yakni sebagai berikut: •Berdasarkan riwayat penyakit apakah dispnea tersebut terjadi secara mendadak. •Apakah dispnea tersebut terjadi secara berulang (recurrent). •Waktu terjadinya dispnea menentukan pula apakah setelah bekerja berat atauterjadi tiba-tiba pada tengah malam. •Sedangkan berdasarkan riwayat penyakit yang mendukung terjadimya dispneayang bersifat subyektif, yakni bila terjadinya dispnea berhubungan banyak denganumur, seperti misalnya dalam menjalankan pekerjaan yang tidak sebanding dengan usia Klasifikasi Dispnea Dispnea dapat diklasifikasikan sebagai berikut: •Inspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu inspirasi yangdisebabkan oleh karena sulitnya udara untuk memasuki paru-paru. •Ekspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu ekspirasi yangdisebabkan oleh karena sulitnya udara yang keluar dari paru-paru. •Kardiak dispnea, yakni dispnea yang disebabkan primer penyakit jantung. •Exertional dispnea, yakni dispnea yang disebabkan oleh karena olahraga. •Exspansional dispnea,dispnea yang disebabkan oleh karena kesulitan exspansidari rongga toraks. •Paroksismal dispnea, yakni dispnea yang terjadi sewaktu-waktu, baik padamalam maupun siang hari. •Ortostatik dispnea, yakni dispnea yang berkurang pada waktu posisi duduk .Pembagian tersebut di atas tidak berdasarkan atas klasifikasi etiologimaupun tipe dispnea, akan tetapi istilah-istilah tersebut sering dipergunakan.Berdasarkan etiologi maka dispnea dapat dibagi menjadi 4 bagian, yakni: •Kardiak dispnea, yakni dispnea yang disebabkan oleh karena adanyakelainan pada jantung. •Pulmunal dispnea, dispnea yang terjadi pada penyakit jantung. •Hematogenous, dispnea yang disebabkan oleh karena adanya asidosis,anemia atau anoksia, biasanya dispnea ini berhubungan dengan exertional(latihan). •Neurogenik, dispnea terjadi oleh karena kerusakan pada jaringan otot-otot pernapasan. Patofisiologi dari dispnea yakni: Kekurangan oksigen (O2) a.Penyebab dari kekurangan oksigen dapat di bagi atas: •Tekanan oksigen inspirasi yang rendah, misalnya pada tempat yangsangat tinggi, respirasi dengan gas-gas yang berbahaya, ruangdekompresi, atau karena bertambahnya volume dead space. •Gangguan konduksi maupun difusi gas ke paru-paru. •Gangguan pertukaran gas dan hipoventilasi. b.Pertukaran gas di dalam paru-paru normal, tetapi kadar oksigen didalam paru-paru berkurang. c.Stagnasi dari aliran darah. Kelebihan Karbon Dioksida (CO2) Karena terdapatnya shunting pada COPD sehingga menyebabkan terjadinyaaliran dari kanan ke kiri. Source : http://id.scribd.com/doc/57767965/dispnoe-meisa